Minggu, 11 Maret 2012

SYAHADAD ANDA BISA BATAL

YANG MEMBATALKAN DUA KALIMAH SYAHADAT
OLEH: HAMDANI

1. Bertawakkal bukan kepada Allah SWT (5:23)
2. Tidak mengakui bahwa semua nikmat lahir maupun batin adalah karunia Allah SWT
(31:20; 28:78; 28:81).
3. Beramal dengan tujuan selain Allah (6:162-163).
4. Memberikan hak dan menghalalkan dan mengharamkan, hak memerintah dan melarang,
atau hak menentukan syari’at atau hukum pada umumnya kepada selain Allah SWT
(6:57; 9:31).
5. Taat secara mutlak kepada selain Allah dan Rasul-Nya (26:151-152).
6. Membenci Islam, seluruh atau sebagiannya (47:8-9).
7. Mencintai kehidupan dunia melebihi akhirat atau menjadikan dunia segala-galanya (14:2-3).
8. Memperolok-olok Al-Qur’an dan Sunnah, atau orang-orang yang menegakkan keduanya
atau memperolok-olokkan hukum Allah atau syiar Islam (9:64-65).
9. Menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah, dan mengharamkan apa yang dihalalkan-
Nya (16:116; 16:105).
10. Tidak beriman dengan keseluruhan nash-nash Al-Qur’an dan Sunnah (2:85).
11. Mengangkat orang-orang kafir dan munafiq menjadi pemimpin dan tidak mencintai
Orang-orang yang beraqidah Islam (5:51; 4:138-139).
11. Tidak beradab dalam bergaul dengan Rasulullah saw. (49:2; 2:217).
13. Tidak menyenangi Tauhid, malah menyenangi kemusyrikan (39:45).
14. Menyatakan bahwa makna yang tersirat (batin) dari satu ayat bertentangan dengan makna
yang tersurat (sesuai dengan pengertian bahasa) (12:2; 13:37).
15. Memungkiri salah satu asma, sifat, dan af’al Allah SWT (7:180; 17:110; 42:11; 112:1).
16. Memungkiri salah satu sifat Rasulullah saw. yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, atau
memberinya sifat yang tidak baik, atau tidak meyakininya sebagai contoh teladan utama
bagi umat manusia (33:21; 68:1-6; 33:40; 21:107; 34:28).
17. Mengkafirkan orang Islam atau menghalalkan darahnya, atau tidak mengkafirkan orang
kafir.
18. Beribadah bukan kepada Allah SWT (13:14).
19. Melakukan syirik kecil..

TEKNIK KHITOBAH/PIDATO YANG BAIK

Pidato adalah penyampaian gagasan, pikiran atau informasi serta tujuan dari pembicara kepada orang lain(audience) dengan cara lisan. Pidato juga bisa diartikan sebagai the art of persuasion, yaitu sebagai seni membujuk/mempengaruhi. Berpidato ada hubungannya dengan retorika(rhetorica), yaitu seni menggunakan bahasa dengan efektif. Berpidato bukanlah suatu pekerjaan yang sederhana karena dalam berpidato menyangkut beberapa unsur penting seperti: pembicara, pendengar, tujuan dan isi pidato, persiapan, terknik dan etika dalam berpidato.
I. Tujuan Pidato
Diantara tujuan dari pidato, yaitu: (a)informatif, bertujuan memberikan laporan/ pengetahuan atau sesuatu yang menarik untuk pendengar; (b)persuasif and instruktif, berisi tentang usaha untuk mendorong, meyakinkan dan mengajak audience untuk melakukan sesuatu hal; (c)edukatif, berupaya menekankan pada aspek-aspek pendidikan, misalnya tentang pentingnya hidup sehat, ber KB, hidup rukun antar umat bergama dan lain-lain; (d)entertain, bertujuan memberikan penyegaran kepada audience yang sifatnya lebih santai.

II.Teknik Berpidato
Ada empat teknik berpidato yang umum, yaitu:(a)Metode Naskah, yaitu pidato yang digunakan untuk pidato resmi dan dibacakan secara langsung. Cara demikian dilakukan agar tidak terjadi kekeliruan, karena setiap kata yang diucapkan dalam situasi resmi, akan disebarluaskan dan dijadikan figur oleh masyarakat dan dikutuip oleh media massa; (b)Metode Menghafal, yaitu naskah yang telah dipersiapkan sebelumnya bukan untuk dibaca, melainkan untuk dihafal; (c) Metode Spontanitas, yaitu metode pidato yang tidak dilakukan persiapan/pembuatan naskah tertulis terlebih dahulu. Biasanya dilakukan hanya oleh orang-orang yang akan tampil secara mendadak; (d) Metode Penjabaran Kerangka. Teknik berpidato dengan menjabarkan materi pidato yang terpola secara lengkap adalah teknik yang sangat dianjurkan dalam berpidato. Maksud dari terpola yaitu materi yang akan disampaikan harus disiapkan garis-grais besar isinya dengan menuliskan hal-hal yang dianggap paling penting untuk disampaikan.
III. Materi Pidato
Biasanya materi pidato, baik yang menggunakan naskah maupun tanpa naskah memiliki empat bagian, yaitu (a)Pendahuluan, yang berfungsi untuk mengantar ke arah pokok persoalan yang akan dibahas dan sebagai upaya menyiapkan mental audience. Pada bagian ini yang terpenting kita berusaha membangkitkan dan mengarahkan perhatian audience pada pokok permasalahan yang akan dibicarakan; (b)Isi. Pada bagian ini pokok pembahasan ditampilkan dengan terlebih dahulu mengemukakan latar belakang permasalahannya. Pokok pembicaraan dikemukakan sedemikian rupa sehingga tampak jelas kaitannya dengan kepentingan para audience. (c) Pembahasan. Bagian ini merupakan kesatuan, yang berisi alasan-alasan yang mendukung hal-hal yang dikemukakan pada bagian isi. Pada bagian isi ini biasanya berisi berbagai hal tentang penjelasan, alasan-alasan, bukti-bukti yang mendukung, ilustrasi, angka-angka dan perbandingan, kontras-kontras, bagan-bagan, model, dan humor yang relevan;(d)Kesimpulan. Ini adalah bagian akhir dari sebuah pidato, yang merupakan kesimpulan dari keseluruhan uraian sebelumnya.
IV.Persiapan Sebelum Berpidato.
Ada beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelum berpidato antara lain: (a)Menentukan Tujuan Pidato; (b) Memilih Pokok Persoalan; (c)Mengetahui dan Menganalisa audience dan suasananya; (d)Mengumpulkan materi pidato; (e)Menyusun Kerangka Materi Pidato;(f)Melakukan Latihan Pidato; (g)Menghilangkan Perasaan “Demam” Panggung yaitu dengan cara: memfokuskan pikiran pada diri sendiri, percaya diri(PD), menganggap audience tidak tahu tentang apa yang kita bicarakan, memperdalam materi dengan baik, mempersiapkan konsep pidato beberapa hari sebelumnya, membaca berulang-ulang materi pidato, mempersiapkan diri beberapa jam sebelum tampil dan jangan tergesa-gesa, serta istirahat yang cukup. Terakhir sudah tentu adalah dengan berdoa.
V. Saat Berpidato
(1)Pembukaan. Pembukaan pidato merupakan bagian penting dan meainkan peranan bagi pembicara, karena bagian ini dapat memeberikan kesan pertama bagi para audience.. Ada beberapa cara yang dapat digunakan seorang pembicara untuk membuka pidatonya: (a)dengan memperkenalkan diri; atau (b) Membuka pidato dengan humor; atau (d) membuka pidato dengan pendahuluan secara umum.
(2)Inti Pidato. Setelah selesai melakukan pembukaan dengan salah satu cara di atas, maka langsung dilanjutkan dengan menyajikan pokok permasalahannya.
(3) Penutup Pidato bisa dilakukan dengan: (a)Membuat rangkuman atau simpulan; atau(b)menyatakan kembali prinsip-prinsip yang terkandung dalam pidato; atau (c)menceritakan cerita singkat yang menarik; atau (d)mengutip kata-kata mutiara, ungkapan, atau beberapa bait pantun; atau (e)mengajak atau menghimbau dan mengemukakan sebuah pujian buat para pendengar
VI.Etika Dalam Berpidato
1 Etika berpidato di depan umum meliputi:(a)Mengenakan pakaian yang sesuai dengan suasana pertemuan, rapi, bersih dan sopan; (b)Tampil dengan bersahaja, sopan dan rendah hati; (c)Menyisipkan beberapa humor segar dalam pidato; (d)Gunakan kata-kata yang sopan, halus, dan sederhana;(e)Sebagai kata penutup jangan lupa mengucapkan maaf bila terdapat tutur kata yang kurang berkenan dan lain-lain.
2. Etika berpidato di depan pejabat: (a)Menghilangkan rasa rendah diri; (b)Jangan tampil seolah-olah menggurui, sikap lebih tahu dan lain-lain; (c)Jangan terlalu memberikan penghormatan yang berlebihan pada audience.
3. Berpidato di depan Pemuka Agama:(a)Jangan mengeluarkan kata-kata yang bisa menyinggung umat beragama; (b)Jangan ada nada merendahkan atau memuji agama tertentu;(c) Perbanyak istilah-istilah keagamaan
4. Etika Berpidato di depan para wanita. Bila pembicara seorang laki-laki, hati-hati jangan sampai menyinggung harkat dan martabat wanita; menggunakan istilah-istilah yang tepat seperti ibu-ibu atau saudari sekalian; hindari kata-kata kasar, kurang senonoh dan kurang sopan;
5. Etika Berpidato di depan Pemuda/Mahasiswa. Pidato harus mengutamakan penalaran yang berikaitan dengan dunia anak-anak muda; Jangan mengeluarkan kata-kata yang bersifat menentang; Jangan mengkritik dan menyalahkan anak-anak muda
6. Etika Berpidato di depan masyarakat Desa. Jangan berbohong; Gunakan kata-kata yang sopan dan sederhana, kapan perlu sisipkan beberapa istilah dalam bahasa stempat.
VII.Beberapa hal penting berkaitan dengan berpidato. Yang perlu mendapat perhatian adalah:(a)Posisi Berbicara. Seorang pembicara harus sedapat mungkin dilihat oleh semua audience. Kalau boleh tidak duduk, usahakan untuk berdiri, agar semua audience dapat menatap wajah dan penampilan pembicara; (b)Mengatur Suara Dalam Berpidato. Usahakan mengeluarkan suara dengan jelas, tegas, dan nyaring dan sesuaikan dengan ruang pertemuan, apakah ruang kecil atau ruang aula yang luas dan besar; (c)Volume, Intonasi dan Pelafalan. Pada saat berpidato, usaha mengatur: volume suara, intonasi, dan pelafalan; (d)Sisipkan humor yang sopan, segar dan relevan; (e)Gerak Tubuh, seperti tangan, telapak tangan, jari, kepala, raut muka, dan lain-lain juga mendukung daya tarik dalam berpidato, namun jangan terlalu berlebihan, dan harus sesuai dengan apa yang sedang dibacarakan; (f)Penggunaan mikropon. Bila ada mikropon, gunakanlah dengan sebaik-baiknya, dan jangan menempel di mulut, namun agak jauh dari mulut pada saat berbicara agar suaranya bagus; dan (g)Bila ada slide( berupa OHP dan LCD), alat peraga, papan tulis, sangat efektif untuk menunjang kegiatan saat berpidato.
VIII. Penutup
Pada saat kita membaca sebuah buku atau mendengar ceramah tentang teknik berpidato, tampaknya sangat sederhana. Akan tetapi pada saat kita ingin mempraktekkannya, kita akan menemui berbagai kendala. Diantaranya kurang menguasai materi, kurang menguasai massa, tidak terbiasa berdiri di depan orang banyak, bagaimana mengatur sistematika pembicaraan, mengatur suara, dan lain-lain. Semua syarat ini akan membuat suasana menjadi rumit. Yang paling penting kita belajar dari sausana yang sederhana dan kecil. Setiap ada orang berpidato, baik sebagai pemakalah maupun menyampaikan kata sambutan, sebaiknya kita perhatikan dan mencoba menilai kelebihan dan kelemahannya. Kelebihannya kita ambil sebagai contoh, sedangkan kelemahannya kita abaikan.
Pa’Ham

DO'A PA'HAM

BERDOA MINTALAH APAPUN KEPADA ALLAH SWT SELAGI DOA TIDAK MBAYAR
Artinya: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepada engkau tentang Aku, maka sesungguhnya Aku sangat dekat (kepada mereka). Aku perkenankan doa orang-orang yang mendoa apabila ia memohon (mendoa) kepada-Ku. Sebab itu, hendaklah mereka memenuhi (seruan)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk."

Artinya: "Dan berfirman Tuhanmu "Memohonlah (mendoalah) kepada-Ku, Aku pasti perkenankan permohonan (doa) mu itu."

Artinya: "Katakanlah olehmu hai Muhammad: berdoalah (pujilah) akan Allah atau berdoalah (pujilah), akan Ar-Rahmân (Maha penyayang)."
14 Waktu yang baik untuk berdo’a
• Malam Jum’at atau siangnya
• Waktu setelah shalat dhuha
• Mamal hari raya Idul Fitri dan Idul Adha
• Malam 10 Muharam
• Malam Nisfu sakban
• Malam lailatul Qodar
• Mamalm sepertiga yang akhir
• Ketika hendak berbuka
• Aantara adzan dan Qomat
• Pada waktu khatib duduk antara dua khutbah
• Ssetelah shalat fardhu
• Setelah khata al-Qur’an
• Setelah bersedekah pada fakir, miskin, yatim
• Setelah melakukan amal shalih / kebaikan
15 TEMPAT DIMAKBULKAN DOA
• Ketika melihat kakbah
• Dt tempat melakukan tawaf
• Disisi Multaza
• Disisi sumur zam-zam ketika tenggelam matahari
• Dibelakang Maqam Ibrahim
• Diatas bukit marwah
• Ditempat Sa’i
• Di Arafah terutama setelah Asar / matahari akan tenggelam
• Di Muzdalifah
• Di Mina
• Disisi Jamrah al-Ula
• Disisi Jumrah al-Wusta
• Disisi Jamrah Al-Aqabah
• Didalam Raudhah masjid Nabawi (MADINAH)
• Didalam Masjid
Adab Berdo’a:
Ada beberapa adab dan etika bagi orang yang berdoa agar doanya dikabulkan oleh Allah, di antaranya:
1. Mengawali doa dengan memanjatkan puji-pujian kepada Allah serta shalawat dan salam kepada
Rasulullah.
2. Menjauhi perkara yang diharamkan.
3. Hatinya ikhlas.
4. Melakukan amal saleh terlebih dahulu.
5. Berdoa semata-mata kepada Allah.
6. Berdoa dalam keadaan suci.
7. Menghadap kiblat.
8. Memperbanyak puji-pujian kepada Allah dan membaca shalawat kepada Nabi saw.
9. Membuka kedua telapak tangan dan mengangkatnya setinggi pundak.
Referensi: Syarah Hadits Arbain an-Nawawi
Semoga Allah selalu mengabulkan doa-doa kita. Amin.

MAKAN DAN MINUM LEBIH BAIK DUDUK

Makan minum sambil duduk
Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Rasululloh melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu kebih buruk lagi”. (HR.Muslim dan Turmidzi)
Anjuran Raasululloh tersebut tidak main-main lho, pasti ada alasan kenapa beliau melarang kita makan dan minum sambil berdiri. Nih dia rahasia medisnya :
Dampak makan dan minum dengan berdiri apalagi dengan berjaan/lari:
1. Terjadi gerak refleksi pada saraf yang parah, akibatnya mati mendadak (jantung tak berfungsi)
2. Mengakibatkan pingsan.
3. Luka lambung karena makanan jatuh ke usus besar langsung tanpa ada penyaringnya
4. jika kita minum berdiri air yang kita minum tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal
5. Susah kencing adalah salah satu akibat dari minum berdiri.

Etika/adab makan dan minum
1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
2. Membaca Basmalah sebelum makan dan Hamdalah sesudahnya
3. Meneguk minuman tidak sekaligus
4. Tidak mencela makanan yang disajikan kepadanya.
5. Makan dengan tangan kanan dan makanan yang dekat
6. Larangan meniup minuman
7. Makan dengan posisi tegak
8. Dianjurkan Berbincang-bincang ketika makan
9. Dianjurkan duduk ketika minum dan makan
10. Jangan kekenyangan

Sabtu, 07 Januari 2012

Shalat metode psikoterapi sufistik

pebelajaran tasawuf
Dalam psikoterapi sufistik, pengajaran dan bimbingan rohani menuju Allah SWT, adalah suatu proses yang istiqomah. Sebelum seorang sufi menyibukkan dirinya dengan ibadah, dia harus melalui proses :
1. Maqamat (station)
2. Al-ahwal (pengkondisisan).
Proses perjalanan sufi tersebut adalah taqarrub dan zikkrullah yang akan menaikkannya ke puncak ma’rifatullah untuk mencapai tahap kebahagiaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam salah satu hadits Nabi disebutkan “asholatu imanuddin“, sholat itu adalah tiang agama, orang yang sholat adalah yang menghidupkan agama dan orang yang tidak sholat adalah yang mematikan agama Shalat merupakan ibadah yang dahsyat sekali. Ia dapat menenteramkan hati yang gelisah, memelihara kesehatan jasmani dan rohani, menyelamatkan dunia dan akhirat, dan sebagainya. Kalo shalat dilakukan dg khusuk.
Qiyamul lail dengan teknik muraqqabah (meditasi) mampu mengeluarkan energi negatif dan mampu mengusir pengaruh vibrasi setan dan getaran nafsu tubuh, Shalat Lail dan Dzikir lail merupakan olah Rohani yang luar biasa manfaatnya selain hati menjadi tenang, tentram fikiran dan nafsu mampu terkendalikan
Rahasia shalat 5 waktu sehari semalam, sunggung mencengangkan kalu mengetahui rahasia dibalik waktu dan gerakan shalat yang selama ini dilakukan. Orang non islam malah terlebih dahulu menemukan rahasia dibalik waktu dan gerakan shalat, sebut saja Orang China, dalam kitab China kuno dijelaskan “periode alam semesta dalam 24 jam ini rupanya terjadi beberapa pentahapan dan energi positif yang bermanfaat bagi manusia.
1. Energi api akan keluar pada waktu jam 12.00 siang 2. Energi air yang keluar pada waktu jam 6 sore. 3. Energi kayu yang keluar jam 12 malam sampai jam 2 dini hari. 4. Energi udara keluar pada jam 02 sampai Jam 08 pagi. 5. Energi logam keluar jam 06 pagi sampai jam 9
Allah telah menetapkan waktu-waktu shalat tentu ada manfaatnya bagi manusia, Dalam buku China itu terjawab ada hubungan antara manusia dengan alam di sekitar, dan melalui waktu sholat terbukti bahwa energi alam dengan manusia terjadi sirkulasi yang amat seimbang.
KENAPA 5 WAKTU SEHARI SEMALAM
1. Ada energi api akan keluar pada waktu jam 12.00 siang sampai sore, untuk mengobati jantung dan ginjal itu
2. Dalam gerakan sholat ashar adalah siklus dari panas ke dinginmereka menyebutnya terapi kandung kemih. Secara alamiah gerakan ashar ituternyata memisahkan zat-zat kimia dalam tubuh kita
3. Ada energi air yang keluar pada waktu jam 6 sore setelah terbenamnya matahari yang mereka menyebutnya bahwa maghrib itu menterapi ginjal.
1. Gerakan isya yaitu setelah mega merah hilang, ini mereka menyebutnya sebagai terapi yang mengurangi kelebihan energi. Ada energi kayu yang keluar pada waktu jam 11 malam, dia Yang menghancurkan racun-racun yang ada dibadan kita, dan menurut ilmuwan Cina racun itu bakar kayu untuk membuangracun di otak
5. Kemudian jam 02 pagi otak dibersihkan oleh energi kayu, dan selanjutnya Allah menyediakandan mengisinya untuk sholat tahajud pada waktu sepertiga malam
Ilmuwan di Jerman melakukan penelitian Prof. Dr. Sholeh seorang guru besar Universitas Airlangga, telah membuktikan bahwa tahajud yang teratur dan disiplin akan mencegah kanker, stres dan infeksi oleh sebab itu jika orang melakukan dengan teratur memiliki emosi yang positif.
Dan Energi udara keluar pada jam 02 sampai Jam 03 pagi energi logam yang menterapi kita. Dan Jam 06 pagi melakukan sholat dhuha untuk menterapi pencernaan.
Shalat lail dan shalat subuh
1. Menormalkan Syaraf
2. Penyeimbang Hormon
3. Sel trombosit bertambah
4. Menyehatkan organ seluruh tubuh
Dalam gerakan sholat para ilmuwan Cina bahwa 9 (sembilan) gerakan sholat, atau disebut dengan gerakan suprayoga karena energi itu akan masuk ke syaraf ditangan dan cara yang paling tepat untuk menangkap energi itu karena kita takbir waktu engawali sholat, takbir waktu bangun dari ruku di situlah energi masuk.
Salat adalah amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan khastubuh) seorang muslim. Dari kajian ilmiah bahwa salat merupakan gudang obat bagi berbagai jenis penyakit!
TAKBIRATUL IHRAM
Postur:
berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.
Manfaat:
Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dankekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalirlancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehinggaaliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan didepan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas
RUKUK
Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila di letakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurusdengan tulang belakang.
Manfaat:
Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang(corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat sy saraf. Posisi jantung sejajardengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. tangan yangbertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah, & latihankemih untuk mencegah gangguan prostat
I'TIDAL
Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat keduatangan setinggi telinga
Manfaat:
i'tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerakberdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organpencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian.Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar

SUJUD
Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dandahi pada lantai.
Manfaat:
Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantungdi atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliranini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengantuma'ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujudmemiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan
DUDUK
Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
Manfaat:
Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan.
Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria(prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, postur ini mencegah impotensi.
Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruhotot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonisinilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita
SALAM
Postur: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat:
Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darahdi kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah. Sebagai ibadah sosial tengok kanan dan kiri
BERIBADAH
secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi memper- cantik diri wanita, tampan bagi lelaki baik luar maupun dalam.

PACU KECERDASAN
Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri.
Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh darisudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusiapada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?
Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatihuntuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di ataskepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otakmendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengankata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.
PERINDAH POSTUR
Gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinyauntuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah.
Keunggulan shalatdibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak,termasuk jari kaki dan tangan.Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saatsujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan.Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. **** tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi jugamemperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.
MUDAHKAN PERSALINAN
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pingguldan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominisdan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh.
Kondisi ini melatih organ disekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yangmencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis.Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi)
PERBAIKI KESUBURAN
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk,yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir).Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.
AWET MUDA
Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuhlentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, makasel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar.Alhasil, tubuh senantiasa bugar.Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruhbesar pada kekencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah danleher. Yang tak kalah pentingnya, gerakan ini menghindarkan wanita dari seranganmigrain dan sakit kepala lainnya
Beberapa seminar di Timur Tengah yang membahas kaitan antara shalat dan kesehatan berkesimpulan bahwa, ternyata rutinitas shalat yang baik tidak hanya bernilai ibadah dan ruhani –menggugurkan kewajiban, lalu mendapat pahala, menenangkan jiwa dan menghilangkan stress, faedahnya:
1. shalat bisa mencegah serangan jantung
2. menghindarkan pendarahan otak
3. membantu kinerja paru-paru
4. memompa efektivitas sistem kerja ginjal
5. shalat juga berguna menguatkan otot-otot tubuh dan sendi
6. membantu relaksasi
7. meningkatkan kelenturan
8. memperlancar peredaran darah, sehingga fungsi organ
Wudlu dan Kesehatan
Begitu air dingin membasuh anggota wudlu, maka secara otomatis pembuluh darah bereaksi untuk bekerja lebih cepat dan gesit mengalirkan darah ke seluruh tubuh sebagai reaksi alami menormalisasi suhu tubuh,
akibat bertemunya suhu panas dalam tubuh dengan dinginnya guyuran air wudlu. Saat itu juga darah mengalir ke daerah seputar wajah, kedua tangan dan tepak kaki dengan sangat lancar.
tubuh berjalan baik.
Ketika aliran darah mengalir ke seluruh tubuh, termasuk pada bagian kulit, maka kelenjar peluh langsung bekerja menyedot darah-darah kotor dan membuangnya keluar tubuh melalui bulu-bulu halus yang tumbuh di sekitar kulit. Begitu darah kotor itu keluar, walau tidak kasat mata, maka langsung disapu air wudlu –inilah mungkin rahasianya kenapa kita disunahkan membasuh tiga kali pada setiap anggota wudlu. Dampaknya kulit sekitar wajah dan lainnya nampak cantik dan putih berseri sehingga penuaan dini bisa terhindarkan.
Biasanya, proses penyaringan dan pembuangan darah-darah kotor dilakukan oleh ginjal, kemudian dibuang bersamaan dengan air seni. Namun ketika seseorang melakukan wudlu, darah-darah kotor itu tertarik dan terkonsentrasi pada sekitar anggota-anggota wudlu yang sudah dibasuh dan kemudian disapu bersih oleh air wudlu berikutnya –basuhan kedua dan ketiga. Artinya, berwudlu ternyata mengurangi sedikit beban berat kerja ginjal dan dampaknya bisa meminimalisir kemungkinan terkena risiko sakit ginjal.
Salah tugas jantung yang paling berat adalah memompa darah supaya mengalir menuju wajah, telapak tangan, dan kaki. Kenapa?
Karena posisi ketiga anggota tubuh tersebut jauh dari posisi jantung –yang berada di rongga dada. Begitu tersentuh air wudlu yang dingin, maka jantung langsung bereaksi dan kemudian memompa darah dengan kuat menuju tiga anggota badan yang berjauhan itu.
Dengan demikian wudlu juga membantu meringankan beban berat kerja jantung. Akhirnya risiko terkena serangan jantung pun relatif bisa terhindarkan
Wudlu dengan air dingin, juga membantu merangsang dan mengefektifkan sistem kerja syaraf. Rangsangan tadi, akan berdampak positif pada kinerja syaraf pusat yang berada di otak.
Dengan demikian faedah lain dari wudlu adalah sanggup mengurangi ketegangan jiwa, stress, mengurangi rasa sedih, rasa khawatir dan rasa marah. Faedah inilah mungkin yang menjelaskan kenapa Rasulullah Saw, selalu menganjurkan kita untuk segera berwudlu ketika kita sedang emosi,
GEMAR SHALAT DENGAN KHUSUK DAN SABAR SELAIN PERWUJUAN DARI IBAADAH DAN MEMBUAT BADAN SEHAT FIKIRAN CEMERLANG

TUGAS MATAKULIAH TASAWUF PEMBAGIAN TASAWUF DAN TOKOH-TOKOHNYA

TUGAS MATAKULIAH
TASAWUF
PEMBAGIAN TASAWUF DAN TOKOH-TOKOHNYA

DOSEN PEMBIMBING : Drs. HAMDANI, M.Pd.I
KELOMPOK 3 :
1. ANIS NUR LAILY
2. YULI MUYASAROH
3. RIRIN MUZDALIFAH


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH
TULUNGAGUNG 2011




BAB I
PENDAHULUAN


1. LATAR BELAKANG
Tasawuf memiliki berbagai macam pembagian menurut para ahli. Ada yang membagi menurut periode atau massa, ada pula pula pembagian menurut ajaran yang diberikan. Pada makalah ini akan di bahas pembagian menurut kedua hal tersebut beserta tokoh-tokohnya.

2. RUMUSAN MASALAH
a. Bagaimana pembagian tasawuf menurut periode waktunya?
b. Bagaimana pembagian tasawuf menurut isi ajarannya?
c. Siapa saja tokoh-tokoh tasawuf ?

3. TUJUAN PEMBELAJARAN
a. Mengetahui pembagian tasawuf menurut periode waktunya
b. Mengetahui pembagian tasawuf menurut isi ajarannya.
c. Mengetahui tokoh-tokoh tasawuf.

BAB II
PEMBAHASAN


1. Pembagian tasawuf menurut periode
a. Masa pembentukan
Masa ini terjadi pada abad 1 dan 2 Hijriah. Pada masa ini tasawuf memiliki ciri-ciri :
- Menjauhkan diri dari dunia
- Mativasi utama adalah takut di susul cinta pada Allah
- Pada abad ke 2, Rabiah al Adawiyah membuat analisis yang merupakan cikal bakal para filosof pada abad ke 3 dan 4 H.
b. Masa pengembangan
Masa ini terjadi pada abad ke 3 dan 4 Hijriah, ajaran fana mulai diperbincangkan, ajaran wahdat al wujud. Menurut Abu Al Wafa, tasawuf abad ke 3 dan 4 Hijriah ini ada dua aliran :
Pertama : aliran Salafi, bentuk tasawufnya dipagari dengan bersumber Al
Qur’an dan Al Hadist saja.
Kedua : aliran tasawuf semi falsafi, dimana pengikutnya cenderung
pada ungkapan ganji l(syatahiyat) serta bertolak dari keadaan
fana menuju penyatuan (hulul).
c. Masa konsolidasi
Masa ini terjadi sekitar abad ke 5-6 Hijriah. Pada masa ini terjadi pertentangan antara tasawuf semi falsafi dan tasawuf sunni. Dimenangkan oleh tasawuf sunni. Di masa ini tasawuf falsafi tenggelam kemudian muncul lagi pada abad 6 Hijriah.
Tasawuf Al Ghazali yang berdasarkan ahlussunah wal jamaah sangat populer sehingga mempengaruhi filosof islam syiah, ikhwanu sofa dan sebagainya. Ajaran tasawuf ini Al Ghazali ini mengutamakan pendidikan moral (tasawuf akhlaki). Hal ini dapat terlihat dalam kitab Ihya Ulumuddin.


d. Masa falsafi
Masa ini terjadi pada abad ke 6 Hijriah. Pada masa ini ajaran tasawuf bercampur dengan filsafat. Akibatnya ajaran tasawuf bercampur dengan filsafat Yunani, Persia, India, Nasrani walaupun ajaran tasawufnya tidak hilang.
e. Masa kemurnian
Keruntuhan tasawuf mulai timbul akibat legenda tentang keajaiban dihubungkan dengan tokoh-tokoh tertentu, amalan, azimat dan lain-lain. Kemudian muncul Ibnu Taimiyah yang dengan tegas menolak khurafat dan bentuk-bentuk bid’ah. Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa wali Allah adalah yang berlaku sholeh dan konsisten dengan syariat.
2. Pembagian tasawuf menurut isi ajarannya
a. Tasawuf Akhlaki
Ajaran Tasawuf Akhlaki ini adalah ajaran yang membahas tentang kesempurnaan dan kesucian jiwa yang di formulasikan pada pengaturan sikap mental dan pendisiplinan tingkah laku yang ketat, guna mencapai kebahagiaan yang optimal. Tokoh tasawuf akhlaki ini adalah, Hasan Al Basri, Al Muhasibi, Al Qusyairi, Al Ghazali.
b. Tasawuf Falsafi
Tasawuf Falsafi yaitu tasawuf yang ajarannya memadukan antara visi intuitif dan visi rasional. Dalam upaya mengungkapkan penglaman rohaninya, para para sufi falsafi sering menggunakan ungkapan-ungkapan yang samar-samar yang dikenal dengan syathahat yaitu suatu ungkapan yang sulit di pahami, yang sering mengakibatkan kesalhpahaman pihak luar dan menimbulkan tragedy. Tokoh tasawuf ini antara lain, Abu Yazid Al Bustami, Al Hallaj, Ibnu Arabi, Ibnu Masarra, Al Jilli, Ibnu Sab’in, Suhrawardi al Maqtul dan Mulla Sadra.

c. Tasawuf Amali
Tasawuf amali adalah tasawuf yang membahas tentang bagaimana cara mendekatkan diri kepada Tuhan. Tasawuf Amali berkonotasi dengan tarekat. Tokoh tasawuf ini antara lain, Rabiah Al Adawiyah dan Dzun Nun Al Misri.

3. Tokoh-tokoh filsafat
a. Hasan Basri (L. 21 H, w,. 110 H)
b. Rabiah Al Adawiyah (w. 185H )
c. Al Muhasibi (165 H -243)
d. Abu Yazid Al Bistami (L. 261 H)
e. Al Qusyairi (376 H-465 H)
f. Syaikh Abdul Qodir al Jaelani (470H -561H)
g. Ibnu Arabi (L. 560 H)

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

1. Pembagian tasawuf menurut periode
a. Masa pembentukan
b. Masa pengembangan
c. Masa konsolidasi
d. Masa falsafi
e. Masa kemurnian

2. Pembagian tasawuf menurut isi ajarannya
a. Tasawuf Akhlaki
b. Tasawuf Falsafi
c. Tasawuf Amali

3. Tokoh-tokoh filsafat
a. Hasan Basri (L. 21 H, w,. 110 H)
b. Rabiah Al Adawiyah (w. 185H )
c. Al Muhasibi (165 H -243)
d. Abu Yazid Al Bistami (L. 261 H)
e. Al Qusyairi (376 H-465 H)
f. Syaikh Abdul Qodir al Jaelani (470H -561H)
g. Ibnu Arabi (L. 560 H)

MAKALAH METODE SUFISTIK

MAKALAH
METODE SUFISTIK
DIKERJAKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH PEMBELAJARAN TASAWUF
DOSEN PENGAMPU : HAMDANI. M.Pd.I




Oleh Kelompok 1 :
1. Imam Agus Taufiq
2. Abnaul Kirom


STAI MUHAMMADIYAH TULUNGAGUNG




METODE SUFISTIK
PENDAHULUAN
1. A. Latar Belakang
Tasawuf (Tasawwuf) atau Sufisme (bahasa arab: تصوف , ) adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin, untuk memporoleh kebahagian yang abadi. Tasawuf pada awalnya merupakan gerakan zuhud (menjauhi hal duniawi) dalam Islam, dan dalam perkembangannya melahirkan tradisi mistisme Islam. Tarekat (pelbagai aliran dalam Sufi) sering dihubungkan dengan Syiah, Sunni, cabang Islam yang lain, atau kombinasi dari beberapa tradisi. Pemikiran Sufi muncul di Timur Tengah pada abad ke-8, sekarang tradisi ini sudah tersebar ke seluruh belahan dunia.
Bagi orang yang belum mengenal apa itu Ilmu Tasawwuf atau Sufi tentu akan merasa asing untuk keduanya, karena tidak tahu orang cendrung untuk menjauhi atau enggan untuk mempelajarinya bahkan sampai mengejeknya. Hal ini serupa dengan awal kedatangan Islam tempo dulu, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw.: “Permulaan Islam ini asing, dan akan kembali asing pula, maka gembiralah orang-orang yang dianggap asing (orang-orang Islam).” HR. Muslim dari Abi Hurairah.
Kaum Sufi bukanlah sekelompok aliran bid’ah yang ajarannya masih saja diperdebatkan, namun dalam memahami Ilmu kesufian hati perlu benar-benar bersih dan jeli untuk menangkap doktrin-doktrin yang diajarkan dalam sufi itu sendiri dengan catatan tidak melenceng dari Islam. Tanpa didampingi ilmu sebagai manusia terlalu gampang untuk mencoreng, mencela dan berprasangka buruk terhadap sesama. Dalam sebuah hadits Nabi Saw.: “Hati-hatilah kalian terhadap prasangka, karena sesungguhnya prasangka itu merupakan perkataan yang paling dusta.” HR. Bukhari & Muslim.
Bagi sufi , khususnya yang belakangan , mereka memiliki metode tersendiri
tentang agama ini dan ibadah yang menyelisihi metode para salaf (umat Islam
terdahulu : Nabi Shallalahu alaihi wa sallam, shahabat , tabiin , tabiit
tabiin dan yang mengikuti mereka dengan sebaik-baiknya ikutan). Mereka jauh
dari Al Qur’an dan As-Sunnah. diantra mereka ada yang membangun agama dan
peribadatan mereka berdasarkan rumus-rumus dan istilah-istilah yang made in
mereka.

PEMBAHASAN
1. A. Metode Sufistik
Muraqabah adalah meditasi. Meditasi adalah konsentrasi dan fokus. Meditasi adalah meminta dan mencari jalan untuk mencapai apa yang Anda cari. MEDITASI SUFI adalah tingkat terakhir, titik akhir dari spiritualitas yang mampu kita capai. Meditasi bukannya duduk di atas kaki Anda, bersila, memejamkan mata sambil berpikir bahwa Anda telah mencapai apa yang sedang Anda cari. Hal tersebut hanyalah imitasi, bukan meditasi sebenarnya. Meditasi bukanlah bagi pemula. Ini merupakan tingkat akhir pagi para darwish dalam Thareqat ini, tingkat tertinggi bagi amalan Sufi. Meditasi bukan untuk semua orang. Pertama-tama para pemula harus di persiapkan dan di latih melalui latihan-latihan spiritual lain yang mengarah pada perkembangan dari berbagai karakteristik yang diperlukan untuk mencapai tingkatan meditasi. Dia harus belajar tata cara dan menguasai metode sufisme untuk mencapai titik itu. Dia harus di latih. Latihan ini amat penting, karena meditasi meminta Anda untuk menghentikan berbagai perasaan dan keinginan. Anda harus menghilangkannya untuk menyiapkan diri, bahkan pada tahap awal meditasi. Diri Anda dipenuhi dengan berbagai hal yang tidak manfaat dan ini harus disucikan, juga belajar untuk mengendalikan berbagai pikiran dan perasaan sebelum pelaksanaan meditasi Sufi Anda berhasil. Meditasi Sufi adalah sebuah ‘koneksi atau hubungan’, dan fisik Anda harus mampu membawa ‘koneksi’ ini. Jika melakukan meditasi namun Anda masih di bawah kontrol nafsu-nafsu, maka meditasi Anda tidak akan berhasil. Mungkin Anda mengira sedang bermeditasi, namun sebenarnya hanya menipu diri sendiri. Anda tidak akan berhasil dalam disiplin ini tanpa mulai dengan penyucian diri dan belajar bagaimana menghentikan gangguan-gangguan tersebut. Dalam meditasi Sufi, Anda harus melepaskan segala keinginan-keinginan selain cinta pada dia yang sedang menjadi tujuan meditasi Anda. Lenyapkan segala nafsu keinginan kecuali cinta pada yang dituju. Jika tersisa keinginan lain, maka meditasi Anda tak membuahkan apapun. Mungkin Anda menyatakan kalau Anda mempraktekkan meditasi namun hal itu tidak berdasar. Laksana sebuah sungai mengalir ke samudra, setelah sampai maka merekapun menyatu, maka demikian pula halnya dengan jalan meditasi Sufi yang mengarahkan para pencari pada kefanaan di dalam apa yang sedang dia cari. Bagaimanapun, para pencari harus mempertahankan pikiran tunggal untuk mencapai tujuan akhirnya. Hanya jika dia berkemauan dan mampu meninggalkan segala hal dan kembali ke dalam dirinya dengan perhatian tak terbagi, maka dia mampu menjelajahi jalur ini sampai akhir. Jika berhasil, baru dia akan menemukan apa yang di carinya.[1]
Sebagaimana yang telah kami paparkan pada pendahuluan bahwa Bagi sufi , khususnya yang belakangan , mereka memiliki metode TERSENDIRI
tentang agama ini dan ibadah yang menyelisihi metode para salaf (umat Islam
terdahulu : Nabi Shallalahu alaihi wa sallam, shahabat , tabiin , tabiit
tabiin dan yang mengikuti mereka dengan sebaik-baiknya ikutan). Mereka jauh
dari Al Qur’an dan As-Sunnah. dinatra mereka ada yang membangun agama dan
peribadatan mereka berdasarkan rumus-rumus dan istilah-istilah yang made ini mereka. Adapun ringkasnya sebagi berikut:
1. Mereka beribadah kepada Allah HANYA sebatas RASA MAHABBAH (cinta) saja.
Mereka meremehkan segi lainnya , seperti KHAUF (takut) dan Roja’ (harapan), sebagaimana sebagian mereka yang berkata : “Saya tidak beribadah kepada Allah untuk mengharapkan syurga-Nya dan takut kepada neraka-Nya” Memang tidak diragukan lagi bahwa ibadah harus dibangun diatas dasar cinta (MAHABBAH) pada Allah , akan tetapi ibadah bukan hanya sebatas hal itu saja, seperti yang mereka kira, bahkan ibadah itu memiliki segi-segi dan jenis SELAIN mahabbah, seperti KHAUF (rasa takut pada Allah), AL KHUDHU’ (rasa rendah dihadapan Allah) dan lain-lain. Ibadah itu sebagimana yang
dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taiymiyah :”Ibadah itu adalah sebuah
nama yang didalamnya terkunpul perkara-perkara yang dicintai Allah dan
diridhai-Nya , apakah bentuk ucapan, amalan yang dhahir atau yang bathin
(AL Ubudiyah :7). Sebagaimana yang dikatakan Ibnu Qoyyim :”Beribadah kepada Allah adalah dengan rasa mahabbah yang paling tinggi kepada-Nya. Bersamaan dengan itu
yang beribadah harus merasa DZULL (merasa hina dihadapan Allah) , dan
keduanya adalah 2 kutub. Diatas keduanyalah poros ibadah itu beredar. Terus beredar hingga 2 kutub itu benar-benar tegak”.[2]
Thoriqul Shufiyah (Jalan Sufistik) adalah suatu jalan bagaimana seseorang mencapai hakekat pengetahuan melalui pembersihan nafsu dan hati. Jalan Sufistik tidak bisa ditemui di sekolah atau universitas. Begitu pula, Sufistik tidak menekankan pembelajaran teori-teori, postulat, atau aksioma seperti yang dilakukan pelajar di sekolah atau madrasah. Sebagai gantinya, Sufistik menekankan perilaku yang baik di kehidupan. Manusia yang telah berhasil menjalani Thoriqul Shufiyah disebut Sufi. Kita bisa menemui Bimbingan Jalan Sufistik melalui kelompok Thoriqoh dan sejenisnya. Al-Ghazali menyebut ilmu-ilmu dalam Jalan Sufistik melalui sebutan “Ilmu Mukasyafah” dan “Ilmu Tasawwuf”. Kemudian, cara yang dipakai untuk mendapatkan pengetahuan itu, beliau menyebutnya dengan istilah “Tazkiyat An-nafs”. Menurut jalan sufistik, ukuran pengetahuan yang reliable dan valid adalah pengetahuan yang berasal dari hati yang bersih. Karena itu, pengetahuan lebih berasal dari intuisi dan perasaan yang mencerminkan subyektivitas sufi daripada pengetahuan rasional dan empiris. Intuisi hadir secara tiba-tiba ke dalam hati, kemudian, memecahkan masalah-masalah. Seperti seseorang yang tiba-tiba mendapatkan Mercedez Tiger untuk mengantarnya ke Istana Negara daripada harus memilih Bus Kota.
Sedangkan, Tazkiyat An-nafs merupakan cara bagaimana seseorang membersihkan jiwa dan hati. Beliau menganalogikan bahwa hati manusia seperti cermin. Jika cermin itu bersih maka dia bisa menerima bayangan gambar secara bagus. Sebaliknya, jika cermin itu kotor maka dia tidak bisa menerima gambar secara bagus dan rinci. Cermin yang kotor seperti hijab yang menutupi gambar yang diterima cermin. Manusia hanya bisa membersihkan cermin itu melalui peningkatan perilaku baik dan mengurangi prilaku buruk. Contoh dari perilaku buruk/jahat, misalnya: “marah”, “iri dan dengki”, mengumbar nafsu seks, dan sejenisnya. Sedangkan contoh dari perilaku baik misalnya: ikhlas, sabar, dzikir, dan sejenisnya.
Ketahuilah bahwa ilmu yang ada dalam hati terkadang diperoleh melalui metode belajar dan pengajuan argumentasi, metode ini ditempuh para ilmuwan. Dan terkadang melalui metode mukasyafah (penyingkapan) dan musyahadah (penyaksian), metode ini ditempuh oleh kaum sufi. Metode kaum sufi sendiri ada dua cara :
Pertama, melalui bisikan dalam hati. Hal ini disisyaratkan dalam sabda Nabi saw,”Sesungguhnya Ruh al-Qudus (Jibril as) telah membisikkan kedalam hatiku,’Cintailah siapa saja yang engkau inginkan kerena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya. Kerjakanlah apa yang engkau inginkan kerena sesungguhnya engkau akan diberi balasan setimpal atas perkerjaan itu. Dan hiduplah sesukamu karena sesungguhnya engkau akan mati” (Ibnu Al-Jauzi, al-‘Ilal al-Mutanahiyah 2/403).
Kedua, melalui ilham yang baik, yaitu denan cara disingkapkan kepadanya hakekat segala sesuatu dan diperlihatkan kepada malaikat yang ditugaskan untuk mengurus segala sesuatu, yang darinya engkau mendapatkan manfaat. Hati itu laksana cermin jernih yang memancarkan sinar terang, maka ketahuilah bahwa hakekat segala sesuatu telah tertulis di Lauh al-Mahfudz. Jadi walaupun penghalang (hijab) yang ada begitu tinggi, namun karena posisi cermin sejajar dengan Lauh al-Mahfudz, maka hakekat segala ilmu tetap dapat tersingkap.
Terangkatnya hijab kadang terjadi pada sat tidur dan kadang pada saat terjaga, suatu hal yang biasa terjadi pada kamum sufi, dan terkadang pula bersamaan dengan tiupan semilir angin yang terjadi tanpa campur tangan dan persiapan dari pihak manusia. Ketika ini terjadi, dari balik tabir kegaiban, rahasia-rahasia ilmu memancarkan sinar berkilau ke dalam hati.
Puncak dari penyikapan tabir ini terjadi dengan datangnya kematian kerena pada saat itu semua hijab dibuka. Hal ini diisyaratkan oleh sabda Rasulullah saw,”Manusia itu dalam keadaan tidur, ketika mereka mati barulah mereka terbangun.” (HR. Al-‘Ajluni, Kasyf al-Khafa; al-Qari, al-Asrar al-Marfu’ah (386); al-Albani, adh-Dha’ifah (102).
Metode penyucian jiwa yang dilakukan oleh kaum sufi hampir sama dengan kondisi manusia yang akan menjemput kematian. Oleh karena itu, mereka tidak menyibukkan diri dengan kegiatan mencari ilmu, tapi lebih menyibukkan diri dengan menyucikan hati dan memutuskan hubungan dengan makhluk lain supaya hal ini menjadi sebab dapat menghadap Allah swt secara total, lalu menyerahkan segala urusan-Nya, dimana Ia Maha Mengetahui segala cahaya dan bisikan halus yang tersingkap dalam hati mereka. Inilah metode yang dialami para nabi dan wali. Mereka mendapatkan berbagai macam ilmu dan hakekat melalui proses belajar, namun mereka mendapatkan secara langsung melalui sumbernya sehingga tidak lagi perlu belajar dan berusaha.